Senin, 17 Februari 2014

JIKA AKU ADALAH TULANG RUSUKMU




Aku berharap.. Jika nanti Allah mempertemukan kita Kau akan selalu membimbingku
Agar aku menjadi Isteri Sholehah Yang nantinya akan menjadi bidadarimu di surga
Karena aku ingin kita akan disatukan di dunia dan akhirat.

Andai kau ditakdirkan untuk menjadi ayah buat anak-anakku Jadilah ayah yang bisa mendidik anak kita
Agar mereka nanti menjadi anak kebanggaan buat kita Di dunia dan akhirat Yaitu anak yang soleh dan solehah Yang bisa menjunjung tinggi Agama Allah.

Andai engkau ditakdirkan untukku Kuharap kau bisa menjadi imam buatku dan anak-anakku Kau bisa menjadi pemimpin yang baik dalam rumah tangga kita Kau bisa mencintai aku apa adanya Dan bisa menyikapi kekuranganku dengan penuh kebijaksanaan.

Andai aku salah Tegurlah aku dengan kata-katamu Dengan penuh dengan kelembutan dan kebijaksanaan
Andai aku marah Belailah rambutku dengan penuh kasih sayangmu Agar marahku bisa berubah menjadi kelembutan Andai aku lupa Ingatkanlah aku dengan penuh kasih sayang Agar nanti kau tetap menjadi suri tauladan bagiku dan anak kita Karena..

Aku hanya mengharapkan Imam yang baik dalam rumah tanggaku Yang bisa selalu membawa aku ke jalan yang diridhaiNya Jalan yang menuju surgaNya bersama dirimu. Aamiin.



sumber :  Lautan Cinta penuh Berkah

UNTUK YANG KURINDUI


Duhai pendampingku, yang kelak akan menemani hari-hariku.
Bersabarlah, menunggu kedatanganku…

Sungguh, aku pun sebenarnya sangat menanti kedatanganmu,
Namun, aku juga akan senantiasa bersabar untuk menanti kedatanganmu…

Duhai pendampingku, yang kelak akan menghiasi hari-hariku
Sambil menunggu saat itu tiba, kuberharap engkau memperbaiki diri & sambil mempersiapkan ilmuagama yg kelak nantinya digunakan saat membina rumah tangga kita nanti…

Aku juga sedang mempersiapkan diri, memantaskan diri ini untuk menjadi pendampingmu, Karena, bukan harta ataupun tahta yg aku pilih, namun agama-lah yang lebih aku pilih,
Duhai pendampingku, Temukan-lah aku di dalam istikharahmu,
Karena dengan istikharahlah yg nantinya Allah kelak akan mempertemukan kita di pertemuan yg suci yaitu ikatan pernikahan….

Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin

Engkaulah Suami Yang Ku Impikan



Bismillah....
 Duhai Suamiku...
Ketika engkau mencintaiku,engkau menghormatiku...
Dan ketika engkau membenciku, engkau tidak mendzalimiku.

Subhanallah...

Aku masih ingat saat malam pertama kita, saat itu engkau mengajakku shalat isya' berjama'ah.
Setelah berdo'a engkau kecup keningku lalu berkata:"Dinda, aku ingin engkau menjadi pendampingku Dunia-Akhirat". Mendengar ucapan itu,akupun menangis terharu.

Malam itu engkau menjadi sosok seperti sayyidina Ali yang bersujud semalam suntuk karena bersyukur mendapatkan sosok istri seperti Siti Fatimah.

Apakah begitu berharganya aku bagimu sehingga engkau mensyukuri kebersamaan kita ini??
Dan malam itu, aku tidak bisa mengungkapkan rasa syukurku ini dengan ucapan.
Aku hanya bisa mengikutimu, bersujud di atas hamparan sajadah cinta.

Tanpa bisa aku bendung,airmata ini tiada hentinya mengalir karena mensyukuri anugerah Allah yang di berikan padaku dalam bentuk dirimu,, Duhai Suamiku...
Akupun berikrar,aku ingin menjadi sosok seperti Siti Fatimah, dan aku akan berusaha menjadi istri sebagaimana yang engkau impikan..

Dan ternyata sujud itu bukan hanya di saat malam pertama, setiap kali aku terbangun pada akhir sepertiga malam, kulihat engkau sedang bersujud dengan penuh kekhusu'an.
Aku kadang iri dengan keshalihanmu, engkau terlena dalam sujudmu sedang aku berbaring diatas kasur yang empuk dengan sejuta mimpi.

Suamiku,kenapa engkau tidak membangunkan aku? Padahal aku ingin bermakmum padamu agar kelak aku tetap menjadi istrimu di syurga. Aku hanya merasakan kecupan hangat melengkapi tidur malamku saat engkau terbangun untuk melakukan shalat malam.
Apakah kecupan itu sebagai isyarat agar aku terbangun dari tidurku dan melaksanakan shalat berjama'ah bersamamu? Atau karena engkau tidak tega membangunkan aku saat engkau melihat begitu pulasnya aku dalam tidurku??

Suamiku... Aku yakin,dengan ketaatanmu pada agama,engkau akan membahagiakanku Dunia-Akhirat. Tidakkah agama kita mengajarkan bagaimana suami harus menyayangi istri, membuatnya bahagia, melindungi dan membuatnya tersenyum. Dan di sebaliknya, istri harus berbakti pada suami, melayani dan membuat suaminya terpesona padanya..
Suamiku... Aku tidak peduli siapakah engkau, miskin dan kaya tidak ada bedanya bagiku.
Aku hanya tertarik pada sosokmu yang sederhana.
Raut wajahmu yang penuh dengan keikhlasan membuatku ingin selalu menatapnya.
Lembutnya sifatmu membuatku yakin bahwa engkau adalah suami yang bisa menerima segala pemberian Rabb kita dan akan menyayangiku apa adanya.

Aku tidak peduli dengan rumah mungil dan sederhana yang engkau persembahkan untuk kita tempati bersama. Rumah yang hanya terdiri dari ruang tamu, kamar kita, dan satu ruangan yang berisi buku-buku terutama buku agama. Namun dari rumah yang mungil ini,aku melihat taman Syurgawi menjelma disini.
Suamiku... Aku yakin engkau adalah sosok suami yang tejun menimba ilmu dan memahami agama, dan dengan bekal ini aku yakin engkau bisa membimbingku untuk meraih Jannah-NYA. Sebagaimana agama kita mengisyaratkan bahwa, barang siapa berjalan di jalan ilmu, maka Allah akan mempermudah jalan menuju surga.

Saat kulihat engkau begitu berbakti kepada kedua orang tuamu dan senang menjalin silaturrahim,aku yakin engkau akan berlaku baik pada anak-istrimu.

Suamiku... Aku lihat engkau jarang sekali bicara,tapi masyaAllah kalau sedang bekerja,
engkau menjadi sosok yang tekun dan ulet. Dan dari tutur katamu, aku mendengar kata-kata mutiara yang penuh hikmah,sehingga yang tergambar dalam pikiranku adalah sosok Lukmanul Hakim, sosok suami dan ayah yang selalu mendidik keluarganya, mengajarkan anaknya untuk tidak menyekutukan Allah.

Duhai Suamiku...
Sungguh aku bangga mempunyai suami sepertimu melebihi kebanggaanmu padaku... Terima kasih suamiku,karena engkau telah membimbingku...

RENCANA ALLAH TETAP YANG TERBAIK




Ketika kita menginginkan sesuatu yang tak kunjung DIDAPATKAN. Maka Allah meminta kita untuk sabar MENUNGGU.
Ketika kesedihan menjatuhkan AIR MATA Maka Allah meminta kita untuk berusaha TERSENYUM .
Ketika perjalanan hidup terasa MEMBOSANKAN. Maka Allah menyuruh kita untuk banyak BERSYUKUR.
Kita punya RENCANA. Allah juga punya RENCANA.
Akan tetapi sehebat apapun kita merencanakan sesuatu. Tetap rencana Allah adalah sebaik-baiknya rancangan.
Ingatlah..
Allah selalu memberikan kelebihan dibalik kekurangan.. Allah selalu memberikan Kekuatan dibalik kelemahan.. Allah selalu memberikan senyum dibalik kesedihan. Allah selalu memberikan Harapan dibalik keputus-asaan..
Yakinlah..
Kebahagiaan itu akan hadir juga pada waktunya. Sesuai rencana-Nya. Sesuai rancangan-Nya. Dan tak ada alasan bagi kita untuk meragukan-Nya.
Aamiin

sumber : ::~* Renungan Hati Muslimah Sholehah *~::

Selasa, 04 Februari 2014

Ana Uhibbuka Fillah




  
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ





I love you because of religion that is in you, if you lost your faith in yourself, then lost also my love to you.

Aku mencintai mu karena agama yang ada pada mu , jika kau hilangkan agama dalam diri mu , maka hilang juga cinta ku pada mu



if you're the one my mate is written in the Lauhul Mahfudz, Allah Subhanahu Wa Ta’ala will certainly instill a sense of love in my heart also your heart.
jika kaulah jodoh ku yang tertulis di Lauh Mahfuz ,Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hati ku juga hati mu